Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Mendengar Kabar yang tidak Jelas, Satgas Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Mengandung Magnet

Jakarta -  Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito menegaskan vaksin Covid-19 tidak mengandung magnet. Pernyataan ini menjawab informasi yang beredar bahwa vaksin Covid-19 mengandung magnet. "Perlu diketahui bahwa vaksin tidak mengandung magnet," tegasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Jumat (28/5). "Koin bisa saja menempel di kulit karena adanya keringat yang diproduksi secara alami oleh kulit manusia dan gaya gesek lainnya sehingga menimbulkan gaya magnet," sambungnya. Wiku menyebut, beredarnya informasi hoaks soal vaksin Covid-19 akan mengambat program vaksinasi pemerintah. Bila program vaksinasi terhambat, target herd immunity atau kekebalan komunitas tak tercapai. "Ini tentunya akan menghambat upaya pemerintah dalam menangani pandemi covid 19 di Indonesia," ujar dia. Mantan Direktur Inkubator dan Inovasi Bisnis Universitas Indonesia ini meminta masyarakat tidak mudah termakan hoa...

Sepasang Bule Asal Inggris Kabur Saat Diarahkan ke Hotel Karantina Segera di Deportasi

Tanggerang -  Kantor Imigrasi Khusus Bandara Soekarno-Hatta bakal mendeportasi dua warga negara Inggris berinisial MM (32) dan ODE (39) ke negara asalnya. Selain dipulangkan, keduanya juga akan dilakukan penangkalan, agar tidak dapat kembali masuk ke Indonesia. Kepala kantor Imigrasi Khusus Bandara Soetta, Romi Yudianto menerangkan, saat ini kedua WN Inggris tersebut, masih dalam pemeriksaan petugas imigrasi. Keduanya masih berada di ruang Detensi khusus terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. "Sampai saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan, mereka berada di ruang detensi imigrasi," terang Kepala Kantor Imigrasi Khusus Bandara Soetta, Romi Yudianto dikonfirmasi Sabtu (21/5). Dia menegaskan, pendeportasian kedua WN Inggris tersebut, karena perbuatannya melanggar ketentuan karantina di Indonesia, selama masa Pandemi Covid-19. Kedua WN Inggris itu, juga bakal mendapat sanksi administratif keimigrasian, berupa pencantuman dalam daftar penangkalan masuk wilayah Indonesia. "Ini s...

Demo Antipemerintah di Kolmbia Memasuki hari Ke 8, Keadaan Semakin Memanas Tindakan Aparat Makin Brutal

Bogota -  Demonstration antipemerintah yang dipicu reformasi perpajakan terus berlangsung hingga hari kedelapan di Kolombia. Kelompok pembela hak asasi manusia khawatir atas tindakan keras aparat. Polisi antihuru-hara melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan demonstran di alun-alun Ibu Kota Bogota sekitar pukul 15.00 kemarin. Di bagian kota yang lain massa juga berkumpul untuk melawan aparat. Demonstran mengatakan mereka akan terus turun ke jalan meski Presiden Ivan Duque dari aliran kanan sudah mencabut usulan reformasi pajak itu. "Ya mereka sudah mencabut reformasi pajak itu tapi mereka belum mengubahnya," kata anggota serikat pekerja Olga Cabos, 48 tahun, yang ikut turun ke jalan sejak 28 April lalu di Bogota, seperti dilansir laman Aljazeera, Kamis (6/5). "Kami tidak bisa membiarkan pemerintahan Duque terus-terusan mempersulit orang-orang miskin," kata dia kepada Aljazeera. Unjuk rasa besar-besaran ini dipicu oleh reformasi perpajakan yang kata pemerin...