Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Sekjen PDIP Meyakini Untuk Memutuskan Calon Pemimpin Tidak Bisa Hanya Dari Survei Saja

Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto meyakini, untuk memutuskan calon pemimpin tidak bisa berdasarkan hasil survei semata. Dia mengatakan, di PDIP, ada mekanisme tersendiri. Menurut dia, setiap calon pemimpin yang mengikuti kontestasi harus melalui kaderisasi kepemimpinan masyarakat, terjun ke tengah rakyat, dan telah melalui berbagai ujian kepemimpinan seperti dihadapkan untuk mengambil keputusan yang sulit dan berisiko, namun baik bagi masa depan bangsa dan negara. Selain hal tersebut, keputusan capres dan cawapres dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri sebagaimana halnya terjadi pada tahun 2014 dan 2019. "Tolak ukur seorang pemimpin bangsa dan negara tidaklah semata-mata dari survei,"kata Hasto di sela-sela kegiatan sunatan massal di Kantor DPP PDIP di Jakarta Pusat, Sabtu (23/10/2021). Hasto menilai, banyak pengalaman yang keliru ketika mengambil keputusan berdasarkan semata-mata hasil survei. Dia mencontohkan Susilo Bambang Yudhoyo...

Golkar Memutuskan Mendukunng Airlangga Menjadi Capres 2024, Namun Belum Ada Deklarasi Resmi

Jakarta - Partai Golkar memutuskan untuk mendukung Airlangga Hartarto menjadi calon presiden di 2024. Namun demikian, belum ada deklarasi resmi dari Airlangga maupun Golkar terkait keputusan tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menjelaskan, alasan Airlangga belum mendeklarasikan diri sebagai capres karena masih fokus menjadi Menko Perekonomian. "Pak Airlangga ini kan juga masih diberikan tugas dan tanggung jawab yang besar oleh negara melalui profesi dia sebagai Menko Perekonomian dan juga sebagai ketua KPC-PEN, saya kira tugas dan tanggung jawab itu jauh lebih penting untuk saat itu ya, karena itu untuk kepentingan bangsa dan negara,"katanya di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (20/10). Doli menyebut, Airlangga masih fokus membantu Presiden Jokowi di pemerintahan. Disamping itu, partai beringin terus mensosialisasikan Airlangga sebagai capres 2024 dari Golkar. "Jadi biarkan lah Pak Airlangga sementara masih konsenter...

TPS Pilkades di Tanggerang Menjadikan Tempat Sekaligus Untuk Vaksinasi Warga Usai Nyoblos Lalu di Vaksinasi

Tanggerang - Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Tangerang, dijadikan tempat vaksinasi warga sekitar. Sehingga, setelah nyoblos, warga diarahkan untuk divaksinasi Covid-19, Minggu (10/10/2021). Seperti yang terlihat di TPS 04, Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sebelum masuk ke dalam TPS, mereka diwajibkan mencuci tangan, memakai sarung tangan plastik dan diukur suhu tubuhnya. Setelah mencoblos, warga wajib mencuci tangan kembali, lalu warga yang baru keluar dari TPS, langsung ditanya oleh petugas medis dari Puskesmas setempat, apakah sudah divaksinasi atau belum. Muhammad Alfian (21 ), warga setempat mengaku belum divaksinasi, lalu dia diarahkan untuk disuntik vaksinasi. "Ya maulah, saya sebelumnya bingung harus kemana. Ini dapat di depan mata, ya sudah mau,"katanya. Alfian mendapat vaksinasi dosis pertama Sinovac. Lalu setelah observasi 30 menit, dia diberikan kartu vaksin untu...

Mengenal Profil Sabam Sirait, Politikus Senior yang Meninggal Dunia

Jakarta - Sabam Sirait, politikus elderly yang meninggal dunia pada Rabu 29 September 2021. Pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga anggota DPD RI telah dimakamkan kemarin, Minggu (3/10/21) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Politikus senior ini meninggal di usia 85 tahun. Kabar duka disampaikan oleh keluarga Sabam Sirait Dikutip jakarta.dpd.go.id, Senin (4/10/21), Sabam Sirait lahir di Tanjung Balai pada 13 Oktober 1936. Ia adalah anggota DPD RI (2018-2019) dari Provinsi DKI Jakarta. Sabam Sirait adalah anak pertama dari tiga bersaudara, yang aktif sebagai ketua cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta. Sabam Sirait memulai karier politiknya saat ia masih kuliah di Fakultas Hukum UI (1958 ). Awal mula ia tertarik masuk dunia politik karena terjadi kekosongan setelah partai-partai dibubarkan Bung Karno. Rupanya, Sabam meneruskan jejak ayahnya yaitu FH Sirait, Pensiunan Departemen PU & T, selain itu ia s...