DPR: Fokus Saja Memberantas Korupsi Tidak Usah terpengaruh Dan Buktikan Dengan Kinerja
Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan
Korupsi atau KPK fokus saja untuk menangkap koruptor daripada berkutat
melihat hasil survei.
Adapun ini disampaikannya terkait hasil survei yang dikeluarkan oleh
Indikator Politik Indonesia yang menyebut tingkat kepercayaan masyarakat
ke KPK menurun.
"Menurut saya, KPK tidak perlu terlalu terbawa persepsi publik yang
memecah konsentrasi. Fokus saja memberantas korupsi. Toh KPK bukan
lembaga politik, jadi tidak usah terpengaruh. Mari buktikan dengan
kinerja, karena itu tujuan utama,"kata dia dalam keterangannya, Senin
(27/9/2021).
Politikus NasDem ini memandang, KPK sudah bekerja dengan baik, terlihat
sejumlah pelaku korupsi ditangkap. Bahkan di semester I 2021 lembaga
antirasuah berhasil mengembalikan uang negara sebesar Rp171,99 Miliar.
"Prestasi ini tentu berbeda dengan kekhawatiran beberapa kalangan yang
menyebutkan KPK sekarang kinerjanya menurun. Padahal kalau melihat dari
information yang ada, justru KPK sekarang semakin kuat,"klaim Sahroni.
Menurut dia, di iklim demokrasi ini, wajar jika ada publik yang tak
percaya dengan KPK, terlebih dalam keadaan sekarang yang menimbulkan
professional dan kontra.
"Namun anggap saja hal ini menjadi pemicu KPK untuk bekerja lebih baik
lagi, dan jadikan peningkatan prestasi ke depan sebagai fokus utama,
karena banyak harapan publik ditaruh di punggung KPK,"kata Sahroni.
Survei Indikator
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi
mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, tingkat
kepercayaan masyarakat pada lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
menurun.
Dia menuturkan, kini posisinya di peringkat keempat, setelah TNI, Presiden dan Polri.
"Biasanya KPK kalau enggak nomor 2, nomor 1, mungkin hanya kalah dengan
TNI biasanya. Tetapi sekarang sudah melorot ke angka 4 dilihat dari
tingkat trust,"kata Burhanuddin, Minggu (26/9/2021).
Posisi KPK kini berada di atas Kejaksaan, MPR, DPD, DPR dan partai politik.
"Kalau DPR dan partai politik saya tidak heran karena trustnya paling
rendah, dari dulu tidak naik kelas. Tapi kalau KPK turun menurut saya
itu berita baru meskipun buat masyarakat sipil bukan hal mengagetkan,"sambungnya.
Khusus TNI dan Polri, mayoritas masyarakat menilai kompak. Penilaiannya
mencapai 83,3 persen. Sementara masyarakat yang menganggap kurang kompak
7,9 persen, tidak kompak sama sekali 0,6 persen dan masyarakat tidak
tahu atau tidak menjawab 8,2 persen.
"Polri dan TNI secara umum masyarakat menilai kompak,"jelas Burhanuddin.
Komentar
Posting Komentar